Posts

Semua yang Mikro Tampak Indah dengan Bantuan Mikroskop

Image
          Di pertengahan September 2026, seluruh siswa kelas 8 mengikuti penilaian sumatif pada materi organisasi kehidupan. Penilaian sumatif untuk materi ini dilakukan dalam bentuk praktik yaitu praktik menggunakan mikroskop untuk mengamati preparat jaringan hewan atau tumbuhan. Kompetensi ini telah dilatihkan sejak awal Agustus hingga akhir Oktober. Setiap siswa berlatih menggunakan mikroskop cahaya monokuler.           Pada hari penilaian, setiap siswa diberikan waktu 6 menit untuk menggunakan mikroskop sejak mencari lapang pandang, meletakkan preparat, mengatur tabung mikroskop dengan makrometer dan mikrometer hingga preparat dapat terlihat jelas dengan detil-detilnya. Saat pengamatan, mata siswa harus terbuka keduanya agar pandangan jelas dan tidak menimbulkan kelelahan dini pada mata.             Beberapa siswa tampak nervous karena praktik dibatasi oleh waktu, siswa lain lebih relax,...

Taksidermi: Seni Abadi "Menghidupkan" Kembali Hewan

Image
Pernahkah kalian melihat harimau yang tampak gagah di museum, atau burung elang yang bertengger indah di ruang tamu atau buaya kecil yang ada di laboratorium Biologi kita? Hewan-hewan tersebut tidak hidup, melainkan hasil dari seni  taksidermi . Bagi orang awam, istilah ini mungkin terdengar asing, namun karyanya sangat sering kita jumpai. Taksidermi Buaya, koleksi Laboratorium Biologi SMPK Santa Clara          Secara bahasa, taksidermi berasal dari bahasa Yunani yang berarti "penataan kulit". Sederhananya, taksidermi adalah seni dan ilmu mengawetkan tubuh hewan mati agar tampak seolah-olah masih hidup. Banyak orang mengira taksidermi adalah proses mengisi penuh tubuh hewan utuh dengan kapuk atau pasir. Faktanya, prosesnya jauh lebih rumit dan membutuhkan keahlian tinggi. Beginilah proses pembuatan taksidermi secara umum: ·        Pengulitan : kulit hewan dilepaskan dengan sangat hati-hati dari tubuhnya. Pembersihan : d...

Praktik Uji Urine: Belajar Mengenal Sistem Ekskresi Manusia

Image
Pada bulan April 2026, siswa kelas VIII melaksanakan praktik uji urine sebagai bagian dari pembelajaran materi sistem ekskresi manusia pada mata pelajaran Biologi. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu siswa memahami bahwa urine merupakan salah satu hasil proses ekskresi tubuh yang berfungsi membuang zat-zat sisa metabolisme. Praktik dilaksanakan di laboratorium IPA dengan suasana yang tertib dan penuh antusiasme. Sebelum memulai kegiatan, siswa terlebih dahulu mempelajari fungsi ginjal serta proses pembentukan urine. Setelah itu, siswa melakukan beberapa pengujian sederhana untuk mengenali kondisi urine yang sehat. Dalam praktik ini, siswa melakukan uji kandungan protein dan glukosa pada urine. Uji protein dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya protein yang ikut terbuang bersama urine, sedangkan uji glukosa dilakukan untuk mendeteksi adanya kandungan gula. Selain itu, siswa juga mengamati ciri-ciri fisik urine, seperti warna, dan tingkat kejernihan. Pengukuran derajat keasaman (p...

Belajar Sambil Bermain melalui Rally Games Tata Surya

Image
  Pada awal Mei, siswa kelas 7 mengikuti kegiatan penilaian formatif IPA di Laboratorium Fisika sebagai bagian dari persiapan menghadapi Sumatif 4. Berbeda dari biasanya, penilaian kali ini dikemas dengan konsep yang lebih interaktif dan menyenangkan melalui permainan Rally Games . Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diminta menyelesaikan misi dari 7 pos yang telah disediakan. Setiap pos berisi berbagai pertanyaan seputar sistem tata surya sesuai materi yang telah dipelajari di kelas. Agar semakin menarik, setiap misi disajikan dalam berbagai bentuk permainan edukatif seperti teka-teki silang (TTS), tebak gambar, mencari kata, dan tantangan lainnya. Seluruh tantangan harus diselesaikan dalam waktu 30 menit. Suasana laboratorium pun menjadi sangat aktif dan penuh semangat. Para siswa terlihat antusias berdiskusi, bekerja sama, dan berpikir cepat untuk menyelesaikan setiap misi yang diberikan. Kegiatan ini tidak hanya membantu siswa memahami kembali materi sistem tata s...

Menyelami Pola Medan Magnet Melalui Praktikum di Laboratorium Fisika

Image
  Pada bulan April ini, siswa kelas IX melaksanakan kegiatan praktikum IPA di laboratorium fisika dengan tema menggambar pola medan magnet. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran langsung yang bertujuan untuk membantu siswa memahami konsep medan magnet secara lebih nyata dan visual. Dalam praktikum ini, siswa mengamati pola medan magnet pada tiga kondisi, yaitu magnet tunggal, magnet dengan kutub senama, dan magnet dengan kutub tidak senama. Untuk melihat pola tersebut, siswa menggunakan serbuk besi yang ditaburkan di atas kertas, sementara magnet diletakkan di bawahnya. Serbuk besi kemudian membentuk pola tertentu yang menunjukkan arah dan bentuk medan magnet. Melalui kegiatan ini, siswa dapat melihat secara langsung bagaimana garis-garis gaya magnet terbentuk. Kegiatan praktikum ini berlangsung dengan penuh antusias. Siswa tidak hanya mengamati, tetapi juga menggambar kembali pola yang terbentuk sebagai bagian dari laporan praktikum. Dengan demikian, pembelajaran...

Menjelajah Gerak Harmonis: Eksperimen Ayunan Sederhana

Image
  Pada awal bulan Maret, siswa kelas 8 melakukan kegiatan praktikum ayunan sederhana dalam pembelajaran fisika. Kegiatan ini bertujuan menyediakan faktor yang mempengaruhi frekuensi getaran pada ayunan sederhana, sehingga pembelajaran tidak hanya dengan berfokus pada teori, tetapi pada pengamatan dan percobaan nyata. Dalam praktikum ini siswa menggunakan beberapa indikator seperti statif, bandul, tali, penggaris, dan stopwatch. Batang statif digunakan untuk menopang tali dan bandul. Ayunan sedehana adalah gerak bolak balik yang dilakukan oleh sebuah benda (biasanya disebut bandul) yang digantung pada seutas tali dan bergerak karna adanya gravitasi. Saat siswa menarik dan melepaskan bandul ke samping dan melepasnya, benda tersebut mulai berayun dengan pola yang teratur. Selama praktikum berlangsung, siswa menguji frekuensi dan periode serta mencari hubungan dengan massa, panjang tali serta amplitudonya. Siswa mengamati dan mencatat hubungan frekuensi dan periode dengan massa, pa...

Dari Kunyit hingga Lakmus: Serunya Praktikum Asam, Basa, dan Garam

Image
       Pada awal bulan Februari, siswa kelas 7 melaksanakan kegiatan praktikum uji larutan asam, basa, dan garam dalam pembelajaran Fisika. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu siswa memahami konsep sifat larutan melalui pengalaman langsung di laboratorium, sehingga pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada pengamatan dan percobaan nyata. Dalam praktikum ini, siswa menggunakan dua jenis indikator, yaitu indikator buatan dan indikator alami. Indikator buatan yang digunakan meliputi kertas lakmus merah dan biru serta indikator universal, yang membantu siswa mengidentifikasi sifat asam dan basa melalui perubahan warna yang terjadi. Selain itu, siswa juga memanfaatkan indikator alami berupa ekstrak kunyit yang diperoleh dari bahan sederhana di sekitar mereka. Penggunaan indikator alami ini memberikan pengalaman baru bagi siswa bahwa bahan alam dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam kegiatan ilmiah. Selama praktikum berlangsung, siswa menguj...