Dari Kunyit hingga Lakmus: Serunya Praktikum Asam, Basa, dan Garam

     Pada awal bulan Februari, siswa kelas 7 melaksanakan kegiatan praktikum uji larutan asam, basa, dan garam dalam pembelajaran Fisika. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu siswa memahami konsep sifat larutan melalui pengalaman langsung di laboratorium, sehingga pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada pengamatan dan percobaan nyata.

Dalam praktikum ini, siswa menggunakan dua jenis indikator, yaitu indikator buatan dan indikator alami. Indikator buatan yang digunakan meliputi kertas lakmus merah dan biru serta indikator universal, yang membantu siswa mengidentifikasi sifat asam dan basa melalui perubahan warna yang terjadi. Selain itu, siswa juga memanfaatkan indikator alami berupa ekstrak kunyit yang diperoleh dari bahan sederhana di sekitar mereka. Penggunaan indikator alami ini memberikan pengalaman baru bagi siswa bahwa bahan alam dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam kegiatan ilmiah.


Selama praktikum berlangsung, siswa menguji beberapa larutan yang telah disiapkan, kemudian mengamati dan mencatat perubahan warna pada masing-masing indikator. Kegiatan ini melatih siswa untuk bekerja secara teliti, mencatat hasil pengamatan secara sistematis, serta membandingkan hasil pengujian antara indikator buatan dan indikator alami. Suasana pembelajaran berlangsung aktif dan menyenangkan, dengan siswa terlibat dalam diskusi kelompok serta berani menyampaikan hasil pengamatan mereka.


Melalui kegiatan praktikum uji larutan asam, basa, dan garam ini, siswa memperoleh pemahaman yang lebih bermakna tentang konsep sains dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.







Comments

Popular posts from this blog

Mikroskop, membawa kita menjelajah dunia lain

Menjelajah Gerak Harmonis: Eksperimen Ayunan Sederhana